Langsung ke konten utama

Chidorigafuchi terletak di barat laut Istana Kekaisaran. Trotoar yang kaya akan alam di sepanjang parit disebut Chidori-ga-fuchi Ryokudo (jalan hijau), yang membentang sepanjang 700 meter. Ini adalah salah satu tempat yang paling banyak untuk melihat bunga sakura yang terkenal di Jepang. Chidorigafuchi (千鳥ヶ淵) adalah promenade sepanjang kira-kira 700 m di tepi parit Chidorigafuchi, barat laut Istana Kekaisaran Jepang di Chiyoda, Tokyo. Promenade ini berada di sisi Jalan Yasukuni, berawal dari pintu masuk Taman Makam Pahlawan Chidorigafuchi hingga Kantor Pemadam Kebakaran Kōjimachi Cabang Kudan. Di tempat ini terdapat sekitar 260 batang pohon sakura Prunus × yedoensis (somei-yoshino) dan Prunus speciosa (oshima zakura). Chidorigafuchi dikenal sebagai salah satu tempat utama untuk melihat sakura di Tokyo. Ketika bunga sakura mekar, tempat ini diramaikan oleh lebih dari satu juta orang pengunjung. Semasa musim sakura, pohon sakura di tempat ini juga diterangi dengan lampu-lampu pada malam hari. Pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk berpesiar di parit. Taman Makam Pahlawan Chidorigafuchi adalah makam untuk orang Jepang tidak dikenal yang tewas dalam Perang Dunia II. SEJARAH Parit ini diberi nama Chidorigafuchi karena bentuknya mirip burung cerek (bahasa Jepang: chidori). Chidorigafuchi dibangun pada awal pemerintahan Keshogunan Tokugawa. Ketika diadakan proyek perluasan Istana Edo, aliran Sungai Tsubonezawa dibendung sewaktu membangun dua gerbang istana (Hanzōmon dan Tayasumon). Setelah sungai dibendung, parit yang terbentuk disebut Chidorigafuchi. Dulunya parit ini bersambungan dengan parit Hanzōbori. Namun kedua parit ini sudah terpisah sejak tahun 1900 setelah dilakukan pengurukan untuk membangun jalan di atasnya. Penanaman pohon sakura di tempat ini awalnya dimulai dari depan Kedutaan Besar Inggris pada tahun 1881.[ Pada tahun 2012, jumlah pohon sakura di tempat ini sekitar 260 batang, ditambah 200 batang pohon lagi di Jalan Uchibori. Di sekitar Kuil Yasukuni terdapat 400 batang pohon, dan sekitar 350 batang pohon di parit Sotobori (termasuk Parit Sanada). Mau sukses dan dapat beasiswa sekolah di Jepang ? Gabung Tensai sekarang juga, jangan sampai salah pilih ya! Informasi dan Pendaftaran CS : 0813 1704 3583 / 0822-9796-6284 WhatsApps : https://bit.ly/3nSPUB7 Instagram : @kursusjepangkarawang Web : www.tensai-indonesia.com Line : tensainihongo #edukasi #bahasajepang #Nihon #NIhongo #bunka #kursusonline #bahasa #indonesia #kursusjepangkarawang #tensai #anime #otaku #wibu #kanji #hiragana #Katakana #jlptn5

Chidorigafuchi terletak di barat laut Istana Kekaisaran. Trotoar yang kaya akan alam di sepanjang parit disebut Chidori-ga-fuchi Ryokudo (jalan hijau), yang membentang sepanjang 700 meter. Ini adalah salah satu tempat yang paling banyak untuk melihat bunga sakura yang terkenal di Jepang. Chidorigafuchi (千鳥ヶ淵) adalah promenade sepanjang kira-kira 700 m di tepi parit Chidorigafuchi, barat laut Istana Kekaisaran Jepang di Chiyoda, Tokyo. Promenade ini berada di sisi Jalan Yasukuni, berawal dari pintu masuk Taman Makam Pahlawan Chidorigafuchi hingga Kantor Pemadam Kebakaran Kōjimachi Cabang Kudan. Di tempat ini terdapat sekitar 260 batang pohon sakura Prunus × yedoensis (somei-yoshino) dan Prunus speciosa (oshima zakura). Chidorigafuchi dikenal sebagai salah satu tempat utama untuk melihat sakura di Tokyo. Ketika bunga sakura mekar, tempat ini diramaikan oleh lebih dari satu juta orang pengunjung. Semasa musim sakura, pohon sakura di tempat ini juga diterangi dengan lampu-lampu pada malam hari. Pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk berpesiar di parit. Taman Makam Pahlawan Chidorigafuchi adalah makam untuk orang Jepang tidak dikenal yang tewas dalam Perang Dunia II. SEJARAH Parit ini diberi nama Chidorigafuchi karena bentuknya mirip burung cerek (bahasa Jepang: chidori). Chidorigafuchi dibangun pada awal pemerintahan Keshogunan Tokugawa. Ketika diadakan proyek perluasan Istana Edo, aliran Sungai Tsubonezawa dibendung sewaktu membangun dua gerbang istana (Hanzōmon dan Tayasumon). Setelah sungai dibendung, parit yang terbentuk disebut Chidorigafuchi. Dulunya parit ini bersambungan dengan parit Hanzōbori. Namun kedua parit ini sudah terpisah sejak tahun 1900 setelah dilakukan pengurukan untuk membangun jalan di atasnya. Penanaman pohon sakura di tempat ini awalnya dimulai dari depan Kedutaan Besar Inggris pada tahun 1881.[ Pada tahun 2012, jumlah pohon sakura di tempat ini sekitar 260 batang, ditambah 200 batang pohon lagi di Jalan Uchibori. Di sekitar Kuil Yasukuni terdapat 400 batang pohon, dan sekitar 350 batang pohon di parit Sotobori (termasuk Parit Sanada). Mau sukses dan dapat beasiswa sekolah di Jepang ? Gabung Tensai sekarang juga, jangan sampai salah pilih ya! Informasi dan Pendaftaran CS : 0813 1704 3583 / 0822-9796-6284 WhatsApps : https://bit.ly/3nSPUB7 Instagram : @kursusjepangkarawang Web : www.tensai-indonesia.com Line : tensainihongo #edukasi #bahasajepang #Nihon #NIhongo #bunka #kursusonline #bahasa #indonesia #kursusjepangkarawang #tensai #anime #otaku #wibu #kanji #hiragana #Katakana #jlptn5
http://dlvr.it/RrQM3p

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti “Daijobu” Bagaimana dan Kapan Menggunakannya!? “Daijobu” dalam karakter kanji, tertulis sebagai “大” (dai) yang artinya besar, 丈 (jo) atau tinggi, dan 夫 (bu) yang berarti suami. Pada asal mulanya, tiga simbol karakter ini (大丈夫 / daijoubu) sebenarnya berartikan pria bangsawan, tetapi setelah bertahun-tahun, artinya telah berubah total. Kita mengutarakan “daijobu” ketika kita memberi tahu orang lain bahwa kita baik-baik saja, dan tidak perlu khawatir karena semuanya baik-baik. Contohnya: “Sudah setengah jam berlalu. Apakah kamu benar-benar bisa sampai tepat waktu?” – “Daijobu desu”. “Saya dengar kamu sudah sakit flu satu minggu. Sekarang sudah sembuh?” – “Daijobu desu”. “Saya sangat menyesal tentang hal kemarin. Ma’af.” – “Daijoubu desu.” “Desu” adalah kata tata bahasa yang digunakan sebagai bagian dari kalimat setelah kata sifat atau kata benda. Dalam bahasa Indonesia, itu seperti mengatakan “Ini adalah (kata benda)”. Akan tetapi, orang Jepang belakangan ini telah menggunakan daijobu secara berlebihan, dan arti kata sebenarnya menjadi tidak jelas, dan sedikit membingungkan bagi para pelajar bahasa Jepang. Jadi, mari kita lihat situasi seperti apa saja di mana orang zaman sekarang menggunakan daijobu. Alasan mengapa orang Jepang suka menggunakan kata ajaib ini, seringkali dilengkapi dengan “desu” untuk menandakan tata bahasa yang benar, adalah karena daijobu itu dapat berarti baik “ya” dan “tidak”. Dan itu terutama karena budaya Jepang itu sendiri yang memungkinkan mereka untuk berprilaku demikian. Orang Jepang selalu berusaha membaca situasi, berdamai, dan menghindari masalah, dan daijobu merupakan cara terbaik untuk menyiapkan jawaban yang paling aman dalam segala situasi. Tapi, adalah penting untuk menunjukkan dengan jelas apakah Anda bermaksud memakainya dengan makna positif atau negatif dengan ekspresi wajah atau gerakan tubuh Anda. Mungkin lebih mudah bagi para pemula pelajar Jepang untuk mencoba menggunakan “daijobu desu” sebagai langkah pertama untuk menerima sesuatu, dan “tidak, terima kasih” untuk menolak sesuatu, atau meyakinkan seseorang bahwa Anda baik-baik saja. Namun, harap berhati-hati untuk tidak menggunakannya secara berlebihan, terutama dalam berbisnis, karena ini adalah kata yang tidak formal. Tetapi janganlah ragu menggunakannya sewaktu latihan berbicara dengan teman-teman Jepang Anda! . 1. Restoran Ketika seorang pelayan bertanya “Apakah Anda mau tambah airnya?”, orang-orang sering menjawab “daijobu desu” untuk menandakan, “Tidak usah, terima kasih”, atau secara verbatim “Saya baik-baik”. Tapi apabila mereka bertanya “Boleh saya tambah airnya ke gelasnya?”, ini sangat membingungkan apa arti “daijobu” yang sebenarya ditujukan. Apakah mereka menolak atau menerima layanan sang pelayan itu? Seringkali, Anda harus mendengar intonasi nada pembicara ataupun gerakan tubuh mereka. Untuk menghindari kekeliruan, apabila Anda mau ditambahkan airnya, dalam situasi seperti ini lebih baik menjawab hai, onegaishimasu (iya, tolong tambahkan) atau iie, kekkou desu (tidak, terima kasih). Nah, jadi minasan harus bisa membaca situasi juga ya, agar tidak salah mengartikan. . 2. Menerima bantuan Ada seseorang sedang bersepeda dan terjatuh. Kemudian seorang pelintas jalan bergegas menolongnya. Ia bertanya “daijobu desu ka?” (Tambahan kata “ka” di akhir kalimat Jepang menandakan sebuah pertanyaan; jadi “daijoubu desu ka” berarti “Apakah Anda tidak apa-apa/baik-baik?”). Bila ia tidak terluka, ia akan menjawab dengan “daijobu desu” untuk menunjukkan bahwa ia baik-baik saja. Jika kantung belanjaan seorang ibu tiba-tiba terjatuh, dan ada orang melihat dan mau membantu mengambil barang belanjaannya, ibu itu mungkin berkata “daijobu desu!” atau “tidak apa-apa / saya akan ambil sendiri / saya baik-baik saja”. Tapi dalam situasi ini, Anda akan jauh lebih mungkin mendengar “arigato gozaimasu!” (Terima kasih banyak)!Ketika seorang pelayan bertanya “Apakah Anda mau tambah airnya?”, orang-orang sering menjawab “daijobu desu” untuk menandakan, “Tidak usah, terima kasih”, atau secara verbatim “Saya baik-baik”. Tapi apabila mereka bertanya “Boleh saya tambah airnya ke gelasnya?”, ini sangat membingungkan apa arti “daijobu” yang sebenarya ditujukan. Apakah mereka menolak atau menerima layanan sang pelayan itu? Seringkali, Anda harus mendengar intonasi nada pembicara ataupun gerakan tubuh mereka. Untuk menghindari kekeliruan, apabila Anda mau ditambahkan airnya, dalam situasi seperti ini lebih baik menjawab hai, onegaishimasu (iya, tolong tambahkan) atau iie, kekkou desu (tidak, terima kasih). Nah, jadi minasan harus bisa membaca situasi juga ya, agar tidak salah mengartikan. Mau sukses dan dapat beasiswa sekolah di Jepang ? Gabung Tensai sekarang juga, jangan sampai salah pilih ya! Informasi dan Pendaftaran CS : 0813 1704 3583 / 0822-9796-6284 WhatsApps : https://bit.ly/3nSPUB7 Instagram : @kursusjepangkarawang Web : www.tensai-indonesia.com Line : tensainihongo #edukasi #bahasajepang #Nihon #NIhongo #bunka #kursusonline #bahasa #indonesia #kursusjepangkarawang #tensai #anime #otaku #wibu #kanji #hiragana #Katakana #jlptn5anji #hiragana #Katakana #jlptn5

Arti “Daijobu” Bagaimana dan Kapan Menggunakannya!? “Daijobu” dalam karakter kanji, tertulis sebagai “大” (dai) yang artinya besar, 丈 (jo) atau tinggi, dan 夫 (bu) yang berarti suami. Pada asal mulanya, tiga simbol karakter ini (大丈夫 / daijoubu) sebenarnya berartikan pria bangsawan, tetapi setelah bertahun-tahun, artinya telah berubah total. Kita mengutarakan “daijobu” ketika kita memberi tahu orang lain bahwa kita baik-baik saja, dan tidak perlu khawatir karena semuanya baik-baik. Contohnya: “Sudah setengah jam berlalu. Apakah kamu benar-benar bisa sampai tepat waktu?” – “Daijobu desu”. “Saya dengar kamu sudah sakit flu satu minggu. Sekarang sudah sembuh?” – “Daijobu desu”. “Saya sangat menyesal tentang hal kemarin. Ma’af.” – “Daijoubu desu.” “Desu” adalah kata tata bahasa yang digunakan sebagai bagian dari kalimat setelah kata sifat atau kata benda. Dalam bahasa Indonesia, itu seperti mengatakan “Ini adalah (kata benda)”. Akan tetapi, orang Jepang belakangan ini telah menggunakan daijob...

Kursus Bahasa Jepang IMC

International Multicultural (I’Mc) Center adalah tempat belajar bahasa Jepang dan budaya Jepang di Surabaya. I’Mc Center berusaha menjadi sebuah wadah untuk masyarakat Indonesia yang ingin belajar Bahasa Jepang serta budayanya serta menjadi sumber informasi bagi pelajar yang ingin melanjutkan study ke Jepang. Selain itu,I’Mc Center juga merupakan publisher tunggal buku Bahasa Jepang Minna no Nihongo di Indonesia yang selalu digunakan sebagai buku teks di program studi jurusan Bahasa Jepang di seluruh universitas Indonesi.  Sumber: http://www.imccsub.com/tentang-i-mc.html

Halo minna san, kali ini akan share beberapa Istilah puasa dalam Bahasa Jepang! ラマダン - Ramadhan だんじき - Puasa やしょく - Sahur だんじき あけ - Berbuka Puasa いのり - Do'a れいはい - Sholat タラウィー れいはい - Sholat Tarawih きしゃ / じょうざい - Zakat せいしん - Rohani ぎむ - Wajib にん い - Sunnah ラマダーン づき - Bulan Ramadhan しんせい な つき - Bulan suci しゅくふく された つき - Bulan yang diberkahi ひじゅら れき - Kalender Hijriah ラマダーン を おめでとう ございます - Selamat bulan Ramadhan イドゥル・フィトゥリ - Idul Fitri ラマダーン あけ - Lebaran ラマダーン あけ を おめでとう ございます - Selamat Lebaran しんしん ともに およるし ください - Mohon maaf lahir dan bathin . . Mau sukses dan dapat beasiswa sekolah di Jepang ? Gabung Tensai sekarang juga, jangan sampai salah pilih ya! Informasi dan Pendaftaran CS : 0821-2299-4522/ 0822-9796-6284 Instagram : @kursusjepangkarawang Web : www.tensai-indonesia.com Line : tensainihongo #edukasi #bahasajepang #Nihon #NIhongo #bunka #kursusonline #bahasa #indonesia #kursusjepangkarawang #tensai

Halo minna san, kali ini akan share beberapa Istilah puasa dalam Bahasa Jepang! ラマダン - Ramadhan だんじき - Puasa やしょく - Sahur だんじき あけ - Berbuka Puasa いのり - Do'a れいはい - Sholat タラウィー れいはい - Sholat Tarawih きしゃ / じょうざい - Zakat せいしん - Rohani ぎむ - Wajib にん い - Sunnah ラマダーン づき - Bulan Ramadhan しんせい な つき - Bulan suci しゅくふく された つき - Bulan yang diberkahi ひじゅら れき - Kalender Hijriah ラマダーン を おめでとう ございます - Selamat bulan Ramadhan イドゥル・フィトゥリ - Idul Fitri ラマダーン あけ - Lebaran ラマダーン あけ を おめでとう ございます - Selamat Lebaran しんしん ともに およるし ください - Mohon maaf lahir dan bathin . . Mau sukses dan dapat beasiswa sekolah di Jepang ? Gabung Tensai sekarang juga, jangan sampai salah pilih ya! Informasi dan Pendaftaran CS : 0821-2299-4522/ 0822-9796-6284 Instagram : @kursusjepangkarawang Web : www.tensai-indonesia.com Line : tensainihongo #edukasi #bahasajepang #Nihon #NIhongo #bunka #kursusonline #bahasa #indonesia #kursusjepangkarawang #tensai http://dlvr.it/RyTQNs